Jumat, 07 Maret 2014

Hari Perayaan Saraswati

OM Svastiastu,

Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, semoga terwujudkan kedamaian dan kesejahteraan kepada setiap pribadi

Pengetahuan, adalah salah satu jalan menuju pencerahan tentang realitas Tuhan. Pengetahuan diperoleh dengan berbagai cara sesuai kemampuan satu pribadi untuk menerimanya. Pengetahuan adalah apa yang menjadi tolak ukur kemampuan manusia untuk mewujudkan kehidupannya yang baik dan lebih sejahtera. Tapi adakalanya pengetahuan justru menghasilkan petaka ketika manusia merasa dialah satu satunya penentu kehidupan karena pengetahuan yang diperolehnya menjadikannya lupa akan sumber dari segala pengetahuan yang ada, sumber dari segala sumber pengetahuan, yaitu Tuhan.

Dalam masyarakat Hindu, Pengetahuan harus selalu bersesuian dengan etika sosial, moralitas dan budi pekerti. Dalam agama Hindu, pengetahuan harus selalu diingat sebagai anugerah dari Tuhan. Bagi masyarakat Hindu, pengetahuan selalu dijadikan tuntunan untuk mewujudkan satu pribadi yang lebih baik dalam menjalankan swadharma bhakti atau tugas dan kewajiban hidup. Dalam mewujudkan hal tersbut dikenalah sebuah peringatan akan anugerah pengetahuan dari Tuhan yang disebut dengan perayaan Saraswati Puja, sebagai hari untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa sebagai sang pemberi pengetahuan kepada umat manusia agar mampu mengerti apa yang menjadi tugas dan kewajiban kehidupannya serta mampu mencapai tujuan tertinggi Mokshartam Jagadhita Ya Ca Itthi Dharma, mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan di dunia dan mencapai moksha kembali kepada Tuhan, sang penguasa semesta.

Mantram puja pun dilantunkan, keheningan serta ketulusan bhakti pun dipersembahkan, rangkaian bunga, buah, daun dan harumnya dupa, jernihnya air suci serta bijih beras yang menjadi simbol kesejahteraan serta ketulusan hati masyarakat Hindu, dihaturkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa dengan sebuah harapan tulus semoga Tuhan berkenan memberikan anugerah kecerdasan, pengetahuan, pencerahan, kesadaran rohani, kemantapan moralita serta kesadaran diri demi terwujudkan kedamaian dan kesejahteraan kepada setiap pribadi manusia.

OM Shri Ganeshaa ya Namaha
OM Shri Ganeshaa ya Namaha
OM Shri Ganeshaa ya Namaha

Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, Engkau adalah Ganesha, kepada-Mu kami melakukan puja.

OM bhur bhuvah svaha
Tat savitur varenyam
Bhargo devasya dhimahi
Dhiyo yo nah prachodayat
|| Rig-veda 3.62.10 |

Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, kami memuja kecemerlangan dan kemulian-Mu yang luar biasa, Engkau yang menguasai bumi, langit dan svarga loka, semoga Engkau Yang Maha Kuasa menganugerahkan kecerdasan dan semangat kepada pikiran kami.

OM Saraswati namastubhyam
Varade kamarupini
Vidyarambham karishyami
Siddhirbhavantu me sada.

Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, Engkau adalah Ibu Pengetahuan, Dewi Saraswati, sujud rendah hati kami kepada-Mu, Engkau mewujudkan segala keinginan, kami mulai pelajaran dengan permohonan kepada-Mu, semoga Engkau Tuhan Yang Maha Kuasa menganugerahkan karunia-Mu kepada kami.

OM Gurur Brahma, Gurur Visnu, Gurur deva Mahesvara
Gurur Saksat Parambrahma, Tasmai Sri Gurave namahe.

Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, kami memuja-Mu dalam kepribadian suci-Mu, Brahma, Vishnu dan Siwa, Guru Agung Jagatraya, alam semesta dan kepada para guru yang menganugerahkan kesejahteraan dan kebahagiaan, kami memuja-Mu

OM Shanti Shanti Shanti OM

Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, semoga terwujudkan kedamaian di hati, kedamaian di dunia, kedamaian untuk selamanya.
OM Svastiastu, 

Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, semoga terwujudkan kedamaian dan kesejahteraan kepada setiap pribadi

Pengetahuan, adalah salah satu jalan menuju pencerahan tentang realitas Tuhan. Pengetahuan diperoleh dengan berbagai cara sesuai kemampuan satu pribadi untuk menerimanya. Pengetahuan adalah apa yang menjadi tolak ukur kemampuan manusia untuk mewujudkan kehidupannya yang baik dan lebih sejahtera. Tapi adakalanya pengetahuan justru menghasilkan petaka ketika manusia merasa dialah satu satunya penentu kehidupan karena pengetahuan yang diperolehnya menjadikannya lupa akan sumber dari segala pengetahuan yang ada, sumber dari segala sumber pengetahuan, yaitu Tuhan.

Dalam masyarakat Hindu, Pengetahuan harus selalu bersesuian dengan etika sosial, moralitas dan budi pekerti. Dalam agama Hindu, pengetahuan harus selalu diingat sebagai anugerah dari Tuhan. Bagi masyarakat Hindu, pengetahuan selalu dijadikan tuntunan untuk mewujudkan satu pribadi yang lebih baik dalam menjalankan swadharma bhakti atau tugas dan kewajiban hidup. Dalam mewujudkan hal tersbut dikenalah sebuah peringatan akan anugerah pengetahuan dari Tuhan yang disebut dengan perayaan Saraswati Puja, sebagai hari untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa sebagai sang pemberi pengetahuan kepada umat manusia agar mampu mengerti apa yang menjadi tugas dan kewajiban kehidupannya serta mampu mencapai tujuan tertinggi Mokshartam Jagadhita Ya Ca Itthi Dharma, mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan di dunia dan mencapai moksha kembali kepada Tuhan, sang penguasa semesta.

Mantram puja pun dilantunkan, keheningan serta ketulusan bhakti pun dipersembahkan, rangkaian bunga, buah, daun dan harumnya dupa, jernihnya air suci serta bijih beras yang menjadi simbol kesejahteraan serta ketulusan hati masyarakat Hindu, dihaturkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa dengan sebuah harapan tulus semoga Tuhan berkenan memberikan anugerah kecerdasan, pengetahuan, pencerahan, kesadaran rohani, kemantapan moralita serta kesadaran diri demi terwujudkan kedamaian dan kesejahteraan kepada setiap pribadi manusia.

OM Shri Ganeshaa ya Namaha
OM Shri Ganeshaa ya Namaha
OM Shri Ganeshaa ya Namaha

Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, Engkau adalah Ganesha, kepada-Mu kami melakukan puja.

OM bhur bhuvah svaha
Tat savitur varenyam
Bhargo devasya dhimahi
Dhiyo yo nah prachodayat
|| Rig-veda 3.62.10 |

Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, kami memuja kecemerlangan dan kemulian-Mu yang luar biasa, Engkau yang menguasai bumi, langit dan svarga loka, semoga Engkau Yang Maha Kuasa menganugerahkan kecerdasan dan semangat kepada pikiran kami.

OM Saraswati namastubhyam
Varade kamarupini
Vidyarambham karishyami
Siddhirbhavantu me sada.

Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, Engkau adalah Ibu Pengetahuan, Dewi Saraswati, sujud rendah hati kami kepada-Mu, Engkau mewujudkan segala keinginan, kami mulai pelajaran dengan permohonan kepada-Mu, semoga Engkau Tuhan Yang Maha Kuasa menganugerahkan karunia-Mu kepada kami.

OM Gurur Brahma, Gurur Visnu, Gurur deva Mahesvara
Gurur Saksat Parambrahma, Tasmai Sri Gurave namahe.

Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, kami memuja-Mu dalam kepribadian suci-Mu, Brahma, Vishnu dan Siwa, Guru Agung Jagatraya, alam semesta dan kepada para guru yang menganugerahkan kesejahteraan dan kebahagiaan, kami memuja-Mu

OM Shanti Shanti Shanti OM 

Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, semoga terwujudkan kedamaian di hati, kedamaian di dunia, kedamaian untuk selamanya.

Selasa, 22 Oktober 2013

Dharma Wacana Dana Punia


Singgih pandita yang dimuliakan
Para pinandhita baik lanang maupun istri yang disucikan
Para sesepuh pini sepuh yang saya hormati
Serta umat sedharma yang berbahagia
Sebelumnya saya sampaikan astungkara panganjali “ Om Swastyastu “
“Om awighnamastu nama sidham,
Om anobadrah kratavo yantu visvatah”
Semoga tiada halangan yang melintang, semoga pikiran yang baik selalu datang dari segala penjuru.
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadapan Sang Hyang Widi Wasa, karena atas asungkerta waranugrahanya kita masih diberi kesempatan berkumpul pada malam hari ini dalam keadaan sehat, tanpa kekurangan suatu apapun. Guna mengikuti persembahyangan purnama.
Umat sedharma yang penuh karunia
Sekitar tiga minggu yang lalu, tepatnya tanggal 7 April kita melaksanakan Dharma Santi Nasional yang bertema “Dengan Persaudaraan Kita Bangun Kebersamaan”. lalu yang menjadi pertanyaan apa yang harus kita lakukan untuk mempererat tali persaudaraan sehingga kebersaam itu dapat tercapai. Salah satu ajaran agama Hindu yang mendukung tema tersebut adalah dana punia. Dana berarti pemberian sedangkan punia berarti baik,suci. Sehingga dana punia mempunyai arti pemberian yang baik dan suci.
Bila kita menyadari saat kita memberi jari tangan kita mencakup membentuk satu kesatuan. Jari yang memiliki karakteristik yang berbeda. Hal ini dapat kita artikan bahwa bila kita melakukan dana punia maka dapat mendorong terjadinya persatuan dan kesatuan antar sesama, mempererat tali persaudaraan. Sesuai dengan ajaran kita yang menyatakan bahwa kita semua adalah bersaudara “ vasudaiva kutumbhakam “. Hal ini menjadi penting kita lakukan di zaman sekarang ini ( kaliyuga ), dimana toleransi antar sesama begitu minim, lebih menekankan kepada ego masing-masing. Misalnya saat macet, pada umumnya orang-orang tidak mau mengalah, bahkan trotoarpun yang merupakan jalan untuk pejalan kaki bisa dijadikan jalan, yang penting cepat sampai.
Oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya tertarik membawakan dharma wacana dengan judul “Memprioritaskan dana punia guna memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan”. Adapun yang ingin saya sampaikan, yang pertama mengapa dana punia menjadi prioritas di zaman sekarang ini?. Yang kedua bagaimana berdana punia yang baik dan tepat?.
Umat sedharma yang berbahagia
Mengapa memprioritaskan dana punia menjadi penting kita lakukan di zaman sekarang ini, di dalam Parasaradharmasastra I.23 disebutkan :
“ tapah param kerta yuge
tretayam jnana mucyate
dvapare yajna waewahur
danamekam kalau yuge “
yang berarti :
Pelaksanaan penebusan dosa yang ketat (tapa) merupakan kebajikan pada masa Satyayuga, pengetahuan tentang sang Diri (jnana) pada Tretayuga, pelaksanaan upacara kurban keagamaan (yajna) pada masa Dvaparayuga, dan melaksanakan amal sedekah (danam) pada masa Kaliyuga.
Dari sloka diatas dapat kita simpulkan bahwa untuk sekarang ini kebajikan yang perlu kita lakukan adalah dana punia. Swami wiwekananda membadi dana punia menjadi tiga macam yaitu dharma dana, vidya dana dan artha dana. Pemberian tersebut dapat berupa nasehat/wejangan atau petunjuk hidup, yang mampu mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik (Dharmadana), contohnya sebagai orang tua mengarahkan anaknya untuk teguh memegang dharma dalam segala tindakannya. berupa pendidikan / pengetahuan (Vidyadana) seperti seorang guru yang memberikan pengetahuan yang dimiliki kepada murid-muridnya dan berupa harta benda (Arthadana) yang bertujuan untuk menolong atau menyelamatkan seseorang atau masyarakat misalnya memberi sedikit uang kepada peminta-minta.
Umat sedharma yang berbahagia
Pemberian merupakan suatu hal yang mulia, mengapa demikian? didalam mahabharata ada seorang pemberi yang agung yaitu radheya putra kunti dan surya. Saat radheya selesai memuja matahari disiang hari datanglah Indra yang menyamar sebagai seorang brahmana, Beliau berkata mohon berikanlah aku sedekah. Radheya menghormati brahmana dengan sujud dikakinya dan mempersilahkan duduk. Brahmana itu meminta kavaca dan kundala. Radheya menawarkan yang lainnya. Singkat cerita radhay tahu bahwa itu indra dan radheya memotong kavacanya dan melepas kundalanya serta meletakan dikaki brahmana (indra) saat itulah bunga-bunga ditaburkan dari langit. Dia dikenal sebagai karna karena telah memberi kundalannya dan vaikartana karena telah memotong kavacanya tanpa rasa sakit. Hal ini memberi makna bahwa pemberian itu merupakan hal yang mulia, terlebih memberikan sesuatu yang sangat kita sayangi, kita butuhkan.
Umat sedharma yang penuh karunia
Lalu bagaimana berdana punia yang baik dan tepat? Bila kita kaitkan dengan tiga guna yang melekat pada manusia, dana punia memiliki tiga kualitas, satvika, rajasika, dan tamasika. Hal ini dipertegas dalam kitab Bhagawadgita XVII.20,21,22, sebagai berikut :
Bhagawadgita XVII.20 dikatakan bahwa dana punia yang bersifat satvika adalah dana punia yang didasari rasa tulus ikhlas, kepada orang yang berhak menerima , dengan cara yang baik, sesuai dengan kemampuan, tidak berlebihan (untuk pamer) dan uang yang diberikan didapat dengan jalan dharma. Contoh : memberikan uang kepada pengemis yang benar – benar membutuhkan dengan tulus ikhlas.
Bhagawadgita XVII.21 menyebutkan juga Rajasika merupakan kualitas kedua dari dana punia. Dana punia yang memiliki sifat rajasika mempunyai ciri-ciri : memberikan dana punia untuk memperoleh keuntungan di kemudian hari / mengharapkan hasilnya, hanya untuk pamer, ada perasaan kesal saat memberikannya. Contoh : memberikan dana punia ke pura paling besar, supaya orang – orang yang lainnya kagum.
Bhagawadgita XVII.22 menyebutkan, kualitas yang ke tiga dari dana punia yaitu kualitas tamasika, yang mempunyai ciri – ciri sebagai berikut : tidak mempunyai landasan sastranya (tanpa keyakinan / tidak mengetahui aturanya / asal – asalan ), uang yang didapat dari perbuatan adharma, tanpa adanya rasa hormat atau dengan penghinaan. Contoh : memberikan sedekah kepada pengemis dengan melemparnya ketanah, dan sangat kecil tidak sebanding dengan penghasilannya.
Dari uraian ini berdana punia yang baik dan tepat adalah yang bersifat satvika, dilakukan dengan tulus ikhlas dan diberikan kepada orang yang tepat. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa dana punia penting kita galakan dizaman sekarang ini, dimana ego lebih dominan dibanding toleransi. Dana punia tidak harus berwujud materi (arthadana) bisa juga dengan nasehat (dharmadana) dan juga pendidikan (vidyadana). Yang terpenting dilakukan dengan tulus ikhlas sehingga dapat memupuk tali persaudaraan antar sesama dan kebersamaan dapat tercapai.
Oleh karena itu kita sebagai umat hindu yang mempunyai dan mengerti tentang ajaran ini, marilah meningkatkan rasa persaudaraan kita dengan melakukan dana punia. Dengan harapan dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan toleransi antar sesama. Demikianlah sedikit pengetahuan yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata saya tutup dengan paramasantih ” Om Santih Santih Santih Om”.

Sabtu, 21 September 2013

Persamaan Hindu-Islam

Ka'bah Kuil Hindu??

Artikel pembuka tsb mengatakan telah menemukan bukti arkeologis berupa peninggalan Kuno abab ke 3-4 (sebelum Islam) Salah satu penemuannya ialah berbentuk piring (persisnya seperti kuali) yg dilapisi emas yg mengambarkan/melukiskan patung Dewa Hindu Ganesha.
dan sekarang disebut ‘Sayar-ul-Okul’ berada di Makhtab-E-Sultania perpustakaan Istanbul, Turki.

Benda tsb awalnya ditemukan terletak/tergantung di salah satu sisi keramat Kabbah dan diatas piringan tsb terdapat teks yg terpatri secara baik yg berisikan "keuntungan pernah terlahir dan hidup selama pemerintahan Vikramaditya, Dia adalah seorang pemberi kemurahan hati dan di salurkan untuk tujuannya yg mulia, namun ketika itu kami bangsa Arab tidak mengenal Tuhan (mengabaikan). Tengelam dalam hawa nafsu yg tidak menentu. kebrutalan dan penyiksaan yg merajalela, kekelaman telah menyelimuti negara kami bagaikan domba yg berada dalam cenkraman srigala yg buas demikianlah kami Arab berada dalam ketidaktahuan.

Demikianlah seluruh Arab diselimuti kegelapan yg seperti dalam malam bulan muda (sabit). Tapi subuh sekarang dgn sinar matahari pagi pendidikan yg telah menyinari kami oleh yg mulia Vikramaditya oleh kebaikannya mengawasi kami org asing, Ia mengajarkan pendidikan Agama keramat dari negaranya, diantara kami yg kecermerlangannya bersinar bagaikan matahari, Para pengajar dan pendidik tsb lewat kebajikannya membuat kami merasakan kehadiran Tuhan, Diperkenalkannya sampai keberadaan keramatnya dan dipertaruhkan atas jalan kebenaran , yg telah datang kenegara kami untuk berkhotbah agama mereka, memberikan pendidikan sebagai amanat Vikramaditya yg dalam bahasa Arab-Roman ? ialah "Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen Karimun Yartapheeha Wayosassaru Bihillahaya Samaini Ela Motakabberen Sihillaha Yuhee Quid min howa Yapakhara phajjal asari nahone osirom bayjayhalem. Yundan blabin Kajan blnaya khtoryaha sadunya kanateph netephi bejehalin Atadari bilamasa- rateen phakef tasabuhu kaunnieja majekaralhada walador. As hmiman burukankad toluho watastaru hihila Yakajibaymana balay kulk amarena phaneya jaunabilamary Bikramatum".

Pada bagian lain, jika kita membaca paragraf demi paragraf adalah bahwa ternyata pengetahuan dan budaya Arab sempat dibentuk oleh Hindu India lewat raja Vikramaditya yaitu lewat pembangunan sekolah-sekolah dan akademi2. Hal ini telah membuktikan bahwa kekaisaran India Kuno telah terlentang hingga ke semenanjung Timur Tengah (Arab) dan yg disebut Kutub Minar (prasasti) di New Delhi telah menandakan perayaan atas kemenangan perebutan semenanjung Arab

Yang paling menarik ialah Coleksi Terkenal di Perpustakaan yg disebut Makhatab-e-Sultani yg mana koleksi antologi tsb tersusun lebih awal dari 1742 A.D sultan Salim Turki. Antologi itu dikenal sebagai Sayar-ul-Okul. yg memberikan titik terang perdapan Arab, buku yg berisi gambaran rumit mengenai Arab Kuno. juga berisi gambaran mengenai kegiatan tahunan yg disebut OKAJ yg dulu di pegang sebagai kegiatan setiap tahun di seluruh bangunan kabbah Mekkah. inilah yg meyakinkan bahwa kegiatan haji telah terdapat jauh sebelum Islam. namun juga diperkirakan bahwa OKAJ telah berlaku untuk kegiatan perkumpulan diskusi sosial, agama. pendidikan dan budaya yg telah dibentuk atas pengaruh Tradisi Hindu India, Tempat terpenting perkumpulan baik di India maupun Mekkah adalah Candi Siva, hingga hari ini juga lambang Mahadev (Siva) dapat dilihat, yaitu berupa batu hitam yg telah diciumi oleh Umat Islam di Kabbah.

Penemuan peninggalan Vikramaditya telah memberikan petunjuk, Raja Vikramaditya telah diketahui ketaatannya akan penyembahan Dewa Siva sehingga ia mengajar agama Vedic, yg mana memungkinkan dia untuk membangun kabbah di mekaah

upacaranya ialah remnants kebiasaan tua Vedic candi masuk Hindu dalam keadan bersih- dengan lembar-lembar putih yang tanpa kelim yang suci. dan juga Tempat keramat utama di Me kah, yang rumah lambang Siva, dikenal sebagai Kaaba.
Diungkapkan dengan sehelai kafan hitam.


Berdasarkan Ensiklpedia Britanika di Arab terdapat 360 patung/dewa, Berdasarkan Cerita rakyat yg terekam pernah salah satu dewa dari 360 tsb musnah dalam sebuah penyerangan yaitu Zohal (dewa Saturnus) yang lain dianggap Bulan (Dewa) tetapi sebagian menyebutnya dengan Allah. itu telah membuktikan bahwa di kabbah Arab Pra-Islam telah mengenal penyembahan kepada sembilan Planet. Demikian juga di India dikenal dgn ‘Navagraha’ sebagai penyembahan sembilan (9) Planet, dua dari antara ke-9 tsb ialah saturn (saturnus) dan Bulan (sbg Dewa)

Di India untuk lambang Bulan selalu di cat di dahi Siva, di duga erat berhubungan dengan Siva yg di Kabbah yg di patrikan dalam Bendera Islam.

Tradisi Hindu lainnya yg masih berhubungan dgn kabbah adalah sungai gangga, menurut tradisi Hindu ganga tidak dapat dipisahkan dari lambang Siva sebagai bulan Sabit, kemanapun lambang Siva berada ganga selalu hidup bersama, fakta dari persatuan tsb terdapat di dekat kabbah. Airnya dianggap keramat karena secara tradisional sudah dianggap sebagai gangga sebelum Islam (yaitu Zam-zam)

Catatan: hingga hari ini, para peziarah Muslim yg menyaksikan kaabah untuk haji memandang Zam-zam ini dengan penghormatan hingga menaruhnya kedalam botol sebagai Air keramat bagi mereka.

Para peziarah Muslim yg berkunjung mengelilingi kabbah tujuh kali, selain di tempat itu tidak pernah dilakukan. Hindupun tanpa kecuali berjalan-jalan disekeliling Dewata (Khabbah) mereka, ini adalah contoh yg terlihat bahwa tempat Kabbah pra-Islam sebagai bangunan Siva Hindu India yg mempraktekkan kebiasaan(upacara) hindu yg rumit.

Mungkin bahwa penggungkapan Rahasia wahyu yg menarik dari kata "Allah" itu sendiri berasal dari Sanskrit (sebuah ungkapan dlm bahasa Hindu India (yg mungkin dalam kata sanssekerta)), dibahasa Sanskrit kata Allah, Akka dan Amba adalah satu sinonim, Mereka mengartikan Dewi atau Ibu, Kata "Allah" bentukan bahasa sanskrit julukan untuk Dewa Dugra, yg juga diketahui sebagai Bhavani, Chandi dan Mahishasurmardini. Kata Tuhan bagi agama Islam adalah belum mengalami perubahan tapi masih dari bahasa sanskrit yg masih terus dipertahankan oleh Islam hingga kini. Allah arti awalnya adalah Ibu atau Dewi atau Ibu dewi

Satu bait Koranic adalah terjemahan satu bait stanza di Yajurveda. hal ini dibuktikan oleh kehebatan penelitian sarjana Pandit Satavlekar Pardi di salah satu artikelnya

Catatan: sarjana Lain menjelaskan mengajar dari Koran persis mirip mengajar Kena Upanishad (1.7)

Quran:

" tidak memandang penglihatanNya." Tetapi Dia melihat pemandangan laki-laki; untuk Dia yg mengetahui rahasia, yang Sadar.

Kena Upanishad:

"Yang tidak bisa dilihat pada mata tetapi lewat yang mata sendiri melihat, tahu bahwa untuk menjadi Brahman (Tuhan) dan tak ada orang yang bersembahyang di sini (di dunia yang ditunjukkan)."

Kedua Maksud diatas bila disederhanakan akan menjadi:
Tuhan adalah sesuatu dan bahwa Dia di luar pengalaman indrawi manusia.
itu telah menunjukkan hubungan antara Unani Arab dan Ayurvedic.

Hindu memiliki 33 Dewa, sebagian kecil orang asia juga memuja 33 dewa sebelum pengaruh islam. Kalender Bulan yg sesuai aturan India dikenal di Asia barat. Bulan safar Muslim menandakan Bulan Ekstra (Adhik Maas) dalam kalender Hindu, Bulam Rabi Muslim juga merupakan pelencengan dari Ravi yg artinya matahari, karena Sanskrit V diubah ke Prakit "B" (Pakrit adalah versu populer dari bahasa sankrit). serta masih banyak lagi persamaan2 arti maupun kata2nya.

Vedic melukiskan mengenai bulan, perbedaan konstelasi bintang dan ciptaan alam semesta sudah dimasukkan dari Vedas di Quran pada bagian 1 bab 2, bait 113, 114, 115, dan 158, 189, bab 9, bait 37 dan bab 10, bait 4 sampai 7.
Pertunjukan Namaz lima kali sehari sebagai terima kasih kepada keputusan Vedic Panchmahayagna (lima pemujaan setiap hari- Panch-Maha-Yagna) yang sebagian Vedic tentukan sebagai ritual sehari-hari bagi semua individu.
Orang Muslim diharuskan membersihkan sebanyak lima bagian badan sebelum memulai doa. juga diharuskan berdoa sebanyak lima kali sehari.
Ini berasal dari sumbangan Vedic ‘Shareer Shydhyartham Panchanga Nyasah’.

tradisi otentik Nabi Mohammad yang tersusun oleh Imam Bukhari bahwa suku India Jats sudah ada di Arabia sebelum masa Mohammad.
Satu kali waktu Ayesha, istri Nabi, mengalami sakit, kemenakan laki-lakinya diberangkatkan kepada seorang dokter Jat minta bantuan.
Ini membuktikan bahwa orang India menikmati status tinggi dan mulia di Arabia.
Status seperti itu tidak bisa terjadi bagi mereka kecuali kalau mereka adalah penguasa.
Bukhari juga mengatakan kepada kami itu seorang Raja India (raja) memberangkatkan guci acar jahe kepada Nabi.
Ini menunjukkan bahwa Raja Indian Jat menguasai bidang tertentu sehingga pada posisi berdampingan, hanya dgn posisi yg seperti itulah dapat memberangkatkan hal sepele seperti mengirim acar jahe.

Kata dalam Islam ‘Eed-ul-Fitr’ berasal dari ‘Eed of Piters’ artinya dalam di bahasa Sanskrit tradisi adalah pemujaan nenek moyang .
Di India, Hindus memperingati nenek moyang mereka selama Pitr-Paksha selama dua minggu disediakan untuk peringatan mereka.

Kebiasaan Islam mengamati kenaikan bulan sebelum menentukan perayaan berasal dari adat Hindu yg juga cepat memecahkan Sankranti dan Vinayaki Chaturthi setelah melihat bulan .

Keterangan berikut direproduksi dari arsip Kebenaran.

Seluruh Penggandaan Quran arab mempunyai bilangan misterius 786 yg di cap mereka.

Tidak satupun sarjana bahasa Arab yg mampu menyimpulkan jumlah angka khusus yg luar biasa ini sebagai pilihan .
Fakta nyata bahwa Muhammad buta aksara oleh karena itu nyata bahwa dia tidak akan dapat membedakan nomor dari surat.
Jumlah "gaip" ini tidak lain tidak bukan berasal dari Vedic suci surat "OM yang" ditulis" di bahasa Sanskrit (Merujuk untuk menghitung 2).
Siapa saja yang tahu bahasa Sanskrit bisa menguji membaca lambang "OM" ke belakang/terbalik dari bahasa Arab dan secara magis nomor 786 akan muncul!
Orang Muslim didalam ketidaktahuan mereka dengan sederhana tidak tersadar bahwa jumlah istimewa ini adalah tak lebih dari kesalahan membaca lambang Vedic yang paling suci .

Berapakah dan Siapakah Tuhan Hindu?

Picture
Brahman (Dewanagari: ब्रह्म) adalah penguasa tertinggi dalam konsep ketuhanan 

Hindu. Brahman bersifat kekal, imanen, tak terbatas, tak berawal dan tak berakhir juga menguasai segala bentukruangwaktuenergi serta jagat raya dan segala isi yang ada didalamnya. (id.wikipedia.org/wiki/Brahman)

Pemahaman Tuhan Dalam Hindu
Hindu adalah agama tertua di dunia, Hindu juga menganut kepercayaan "Tuhan yang Satu" yang dalam filsafat barat dikenal dengan istilah Pantheisme. Pan artinya semuanya,Theis artinya Tuhan. Jadi Pantheisme artinya Tuhan yang satu itu adalah semuanya. Satu menjdai banyak 
Baik, saya coba jelaskan. Saya bangga menjadi Hindu, ternyata setelah saya kaji  ternyata Hindu adalah agama yg rendah Hati dan memiliki sopan santun. Seperti halnya tata krama kehidupan, saya boleh umpamakan, jika anda anak yg punya tata krama terhadap org tua anda tentunya anda akan memanggil bapak/ibu/ayah/bunda kepada org tua anda. Tentu tidak etis/sopan jika anda langsung-langsung memanggil nama org tua anda. 



Nah, begitu pula dalam ajaran Hindu dalam memanggil Tuhan juga perlu tata krama / sopan santun.  

Dewa Brahma, gelar ini diindahkan ketika Tuhan sebagai sang maha pencipta. 

Dewa Wisnu, gelar ini diindahkan ketika Tuhan sebagai pemelihara seisi dunia ini
Dewa Siwa, yakni gelar ini diindahkan ketika Tuhan juga melakukan peleburan dari isi dunia ini
Dari pemaparan ketiga gelar diatas, maka terjadilah banyak pengertian berbeda di tengah maraknya politik saling menjatuhkan agama di masyarakat. Jadinya, bagi mereka yang kurang paham, akan menganggap bahwa Hindu memiliki Tiga Tuhan. Sekali lagi kami tegaskan bahwa istilah ketiga dewa tersebut hanyalah gelar yang diberikan oleh orang bijak.


Dapat dianalogikan Mr.X adalah Seorang Presiden, ketika memimpin negara diberi nama Presiden, Ketika dirumah dipanggil Ayah (oleh anaknya), ketika memiliki cucu dipanggil Kakek (oleh cucunya), ketika yang dipimpinnya merasa bangga, puas akan kepemimpinannya dan cinta maka diberi gelar Bapak pembangunan, Bapak Reformasi dll..  Padahal nama dan orangnya hanya Satu yakni Mr.X
Tapi lebih lucu lagi, ketika analogi semacam ini sering kami diskusikan dengan non-hindu, maka akan muncul komentar-komentar "menyama-nyamakan Tuhan dengan hal-hal tertentu". hmm begitu minikan pemikiran mereka akan filosofi? Padahal sekali lagi ini adalah analogi.  
 
Itulah analogi Tuhan menurut Hindu sangat bijak dengan konsep Pantheisme-nya. Dengan konsep tersebut, maka tidak akan ada peng-ekslusif-an Tuhan, misal seperti yang sering kita dengar; "hanya Tuhan si agama X yg benar!, selain itu Sesat!",  "Tiada Tuhan selain "Y"..!" selain " Z",  Hanya Agama X yang paling benar, dan si mr.X adalah pembawa yang terahir dan penyempurna dan bla..bla..bla, maka seolah-olah hakekat agama menjadi sebuah "peng-kasta-an" masyarakat seperti yang banyak terdapat dalam ajaran-ajaran agama yang mengakui dirinya Agama Samawi (agama langit).



Tuhan harusnya maha bijak, Mengetahui sebatas mana tingkatan spiritualitas ciptaanNya. Tanpa membatasi dengan sebuah Agama tertentu, terlebih mengEkslusifKan satu Tuhan dan Agama saja, toh manusia lainnya adalah ciptaaNya. Maka sungguh tidak komitmen rasanya Tuhan yang menyuruh berpindah ke agama X agama terahir dibawa oleh utusan akhir jaman, agar masuk Sorga. Harusnya ketika Tuhan menciptakan alam semesta ini sudah faham dan Tuhan sudah sangat sempurna untuk menciptakan "Panduannya" juga atau kita kenal dengan istilah religion, atau Hindu menyebutnya dengan "SanatanaDharma"


Janggal rasanya jika  hanya dengan menganut agama tertentu, maka akan dijamin mendapat sorga. Hindu pun tak menjamin, namun hindu menuntun setiap manusia untuk wajib berjuang dan berusaha untuk mencapaiNya. Bukan Sorga, tetapi Moksa (penyatuan Atman(roh) dengan Brahman(Tuhan). 


Sementara Sorga (svarga) adalah level yang jauuh lebih rendah dari Moksa. Dan lebih kronis lagi agama yang menjanjikan Sorga bahkan tak memiliki istilah/kata Sorga dalam kitabnya, dimana Sorga tadi berasal dari bahasa sansekerta "Svarga" begitu juga dengan istilah Neraka, yang aslinya adalah Naraka dalam sansekerta.
  
So janganlah mudah tergiur dengan janji-janji Sorga, untuk pindah keyakinan.. 
Salam damai..

Kitab Suci Weda

Pengertian Weda
Sumber ajaran agama Hindu adalah Kitab Suci Weda, yaitu kitab yang berisikan ajaran kesucian yang diwahyukan oleh Hyang Widhi Wasa melalui para Maha Rsi. Weda merupakan jiwa yang meresapi seluruh ajaran Hindu, laksana sumber air yang mengalir terus melalui sungai-sungai yang amat panjang dalam sepanjang abad. Weda adalah sabda suci atau wahyu Tuhan Yang Maha Esa.

Weda secara ethimologinya berasal dari kata "Vid" (bahasa sansekerta), yang artinya mengetahui atau pengetahuan. Weda adalah ilmu pengetahuan suci yang maha sempurna dan kekal abadi serta berasal dari Hyang Widhi Wasa. Kitab Suci Weda dikenal pula dengan Sruti, yang artinya bahwa kitab suci Weda adalah wahyu yang diterima melalui pendengaran suci dengan kemekaran intuisi para maha Rsi. Juga disebut kitab mantra karena memuat nyanyian-nyanyian pujaan. Dengan demikian yang dimaksud dengan Weda adalah Sruti dan merupakan kitab yang tidak boleh diragukan kebenarannya dan berasal dari Hyang Widhi Wasa.

Bahasa Weda
Bahasa yang dipergunakan dalam Weda disebut bahasa Sansekerta, Nama sansekerta dipopulerkan oleh maharsi Panini, yaitu seorang penulis Tata Bahasa Sensekerta yang berjudul Astadhyayi yang sampai kini masih menjadi buku pedoman pokok dalam mempelajari Sansekerta.Sebelum nama Sansekerta menjadi populer, maka bahasa yang dipergunakan dalam Weda dikenal dengan nama Daiwi Wak (bahasa/sabda Dewata). Tokoh yang merintis penggunaan tatabahasa Sansekerta ialah Rsi Panini. Kemudian dilanjutkan oleh Rsi Patanjali dengan karyanya adalah kitab Bhasa. Jejak Patanjali diikuti pula oleh Rsi Wararuci.

Pembagian dan Isi Weda
Weda adalah kitab suci yang mencakup berbagai aspek kehidupan yang diperlukan oleh manusia. Berdasarkan materi, isi dan luas lingkupnya, maka jenis buku weda itu banyak. maha Rsi Manu membagi jenis isi Weda itu ke dalam dua kelompok besar yaitu Weda Sruti dan Weda Smerti. Pembagian ini juga dipergunakan untuk menamakan semua jenis buku yang dikelompokkan sebagai kitab Weda, baik yang telah berkembang dan tumbuh menurut tafsir sebagaimana dilakukan secara turun temurun menurut tradisi maupun sebagai wahyu yang berlaku secara institusional ilmiah. Kelompok Weda Sruti isinya hanya memuat wahyu, sedangkan kelompok Smerti isinya bersumber dari Weda Sruti, jadi merupakan manual, yakni buku pedoman yang sisinya tidak bertentangan dengan Sruti. Baik Sruti maupun Smerti, keduanya adalah sumber ajaran agama Hindu yang tidak boleh diragukan kebenarannya. Agaknya sloka berikut ini mempertegas pernyataan di atas.

Srutistu wedo wijneyo dharmasastram tu wai smerth,te sarrtheswamimamsye tabhyam dharmohi nirbabhau. (M. Dh.11.1o).

Artinya:Sesungguhnya Sruti adalah Weda, demikian pula Smrti itu adalah dharma sastra, keduanya harus tidak boleh diragukan dalam hal apapun juga karena keduanya adalah kitab suci yang menjadi sumber ajaran agama Hindu. (Dharma)

Weda khilo dharma mulamsmrti sile ca tad widam,acarasca iwa sadhunamatmanastustireqaca. (M. Dh. II.6).

Artinya:Seluruh Weda merupakan sumber utama dari pada agama Hindu (Dharma), kemudian barulah Smerti di samping Sila (kebiasaan- kebiasaan yang baik dari orang-orang yang menghayati Weda). dan kemudian acara yaitu tradisi dari orang-orang suci serta akhirnya Atmasturi (rasa puas diri sendiri).

Srutir wedah samakhyatodharmasastram tu wai smrth,te sarwatheswam imamsyetabhyam dharmo winir bhrtah. (S.S.37).

Artinya:Ketahuilah olehmu Sruti itu adalah Weda (dan) Smerti itu sesungguhnya adalah dharmasastra; keduanya harus diyakini kebenarannya dan dijadikan jalan serta dituruti agar sempurnalah dalam dharma itu.

Dari sloka-sloka diatas, maka tegaslah bahwa Sruti dan Smerti merupakan dasar utama ajaran Hindu yang kebenarannya tidak boleh dibantah. Sruti dan Smerti merupakan dasar yang harus dipegang teguh, supaya dituruti ajarannya untuk setiap usaha.Untuk mempermudah sistem pembahasan materi isi Weda, maka dibawah ini akan diuraikan tiap-tiap bagian dari Weda itu sebagai berikut:

SRUTISruti adalah kitab wahyu yang diturunkan secara langsung oleh Tuhan (Hyang Widhi Wasa) melalui para maha Rsi. Sruti adalah Weda yang sebenarnya (originair) yang diterima melalui pendengaran, yang diturunkan sesuai periodesasinya dalam empat kelompok atau himpunan. Oleh karena itu Weda Sruti disebut juga Catur Weda atau Catur Weda Samhita (Samhita artinya himpunan). Adapun kitab-kitab Catur Weda tersebut adalah:

Rg. Weda atau Rg Weda Samhita.
Adalah wahyu yang paling pertama diturunkan sehingga merupakan Weda yang tertua. Rg Weda berisikan nyanyian-nyanyian pujaan, terdiri dari 10.552 mantra dan seluruhnya terbagi dalam 10 mandala. Mandala II sampai dengan VIII, disamping menguraikan tentang wahyu juga menyebutkan Sapta Rsi sebagai penerima wahyu. Wahyu Rg Weda dikumpulkan atau dihimpun oleh Rsi Pulaha.

Sama Weda Samhita.
Adalah Weda yang merupakan kumpulan mantra dan memuat ajaran mengenai lagu-lagu pujaan. Sama Weda terdiri dari 1.875 mantra. Wahyu Sama Weda dihimpun oleh Rsi Jaimini.

Yajur Weda Samhita.
Adalah Weda yang terdiri atas mantra-mantra dan sebagian besar berasal dari Rg. Weda. Yajur Weda memuat ajaran mengenai pokok-pokok yajus. Keseluruhan mantranya berjumlah 1.975 mantra. Yajur Weda terdiri atas dua aliran, yaitu Yayur Weda Putih dan Yayur Weda Hitam. Wahyu Yayur Weda dihimpun oleh Rsi Waisampayana.

Atharwa Weda Samhita.
Adalah kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran yang bersifat magis. Atharwa Weda terdiri dari 5.987 mantra, yang juga banyak berasal dari Rg. Weda. Isinya adalah doa-doa untuk kehidupan sehari-hari seperti mohon kesembuhan dan lain-lain. Wahyu Atharwa Weda dihimpun oleh Rsi Sumantu.

Sebagaimana nama-nama tempat yang disebutkan dalam Rg. Weda maka dapat diperkirakan bahwa wahyu Rg Weda dikodifikasikan di daerah Punjab. Sedangkan ketiga Weda yang lain (Sama, Yayur, dan Atharwa Weda), dikodifikasikan di daerah Doab (daerah dua sungai yakni lembah sungai Gangga dan Yamuna.Masing-masing bagian Catur Weda memiliki kitab-kitab Brahmana yang isinya adalah penjelasan tentang bagaimana mempergunakan mantra dalam rangkain upacara. Disamping kitab Brahmana, Kitab-kitab Catur Weda juga memiliki Aranyaka dan Upanisad.Kitab Aranyaka isinya adalah penjelasan-penjelasan terhadap bagian mantra dan Brahmana. Sedangkan kitab Upanisad mengandung ajaran filsafat, yang berisikan mengenai bagaimana cara melenyapkan awidya (kebodohan), menguraikan tentang hubungan Atman dengan Brahman serta mengupas tentang tabir rahasia alam semesta dengan segala isinya. Kitab-kitab brahmana digolongkan ke dalam Karma Kandha sedangkan kitab-kitab Upanishad digolonglan ke dalam Jnana Kanda.

SMERTISmerti adalah Weda yang disusun kembali berdasarkan ingatan. Penyusunan ini didasarkan atas pengelompokan isi materi secara sistematis menurut bidang profesi. Secara garis besarnya Smerti dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar, yakni kelompok Wedangga (Sadangga), dan kelompok Upaweda.

Kelompok Wedangga:
Kelompok ini disebut juga Sadangga. Wedangga terdiri dari enam bidang Weda yaitu:

(1). Siksa (Phonetika)
Isinya memuat petunjuk-petunjuk tentang cara tepat dalam pengucapan mantra serta rendah tekanan suara.

(2). Wyakarana (Tata Bahasa)
Merupakan suplemen batang tubuh Weda dan dianggap sangat penting serta menentukan, karena untuk mengerti dan menghayati Weda Sruti, tidak mungkin tanpa bantuan pengertian dan bahasa yang benar.

(3). Chanda (Lagu)
Adalah cabang Weda yang khusus membahas aspek ikatan bahasa yang disebut lagu. Sejak dari sejarah penulisan Weda, peranan Chanda sangat penting. Karena dengan Chanda itu, semua ayat-ayat itu dapat dipelihara turun temurun seperti nyanyian yang mudah diingat.

(4). Nirukta
Memuat berbagai penafsiran otentik mengenai kata-kata yang terdapat di dalam Weda.

(5). Jyotisa (Astronomi)
Merupakan pelengkap Weda yang isinya memuat pokok-pokok ajaran astronomi yang diperlukan untuk pedoman dalam melakukan yadnya, isinya adalah membahas tata surya, bulan dan badan angkasa lainnya yang dianggap mempunyai pengaruh di dalam pelaksanaan yadnya.

(6). Kalpa
Merupakan kelompok Wedangga (Sadangga) yang terbesar dan penting. Menurut jenis isinya, Kalpa terbagi atas beberapa bidang, yaitu bidang Srauta, bidang Grhya, bidang Dharma, dan bidang Sulwa. Srauta memuat berbagai ajaran mengenai tata cara melakukan yajna, penebusan dosa dan lain-lain, terutama yang berhubungan dengan upacara keagamaan. Sedangkan kitab Grhyasutra, memuat berbagai ajaran mengenai peraturan pelaksanaan yajna yang harus dilakukan oleh orang-orang yang berumah tangga. Lebih lanjut, bagian Dharmasutra adalah membahas berbagai aspek tentang peraturan hidup bermasyarakat dan bernegara. Dan Sulwasutra, adalah memuat peraturan-peraturan mengenai tata cara membuat tempat peribadatan, misalnya Pura, Candi dan bangunan-bangunan suci lainnya yang berhubungan dengan ilmu arsitektur.

Kelompok Upaweda:
Adalah kelompok kedua yang sama pentingnya dengan Wedangga. Kelompok Upaweda terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

(1). Itihasa
Merupakan jenis epos yang terdiri dari dua macam yaitu Ramayana dan Mahabharata. Kitan Ramayana ditulis oleh Rsi Walmiki. Seluruh isinya dikelompokkan kedalam tujuh Kanda dan berbentuk syair. Jumlah syairnya sekitar 24.000 syair. Adapun ketujuh kanda tersebut adalah Ayodhya Kanda, Bala Kanda, Kiskinda Kanda, Sundara Kanda, Yudha Kanda dan Utara Kanda. Tiap-tiap Kanda itu merupakan satu kejadian yang menggambarkan ceritra yang menarik. Di Indonesia cerita Ramayana sangat populer yang digubah ke dalam bentuk Kekawin dan berbahasa Jawa Kuno. Kekawin ini merupakan kakawin tertua yang disusun sekitar abad ke-8.

Disamping Ramayana, epos besar lainnya adalah Mahabharata. Kitab ini disusun oleh maharsi Wyasa. Isinya adalah menceritakan kehidupan keluarga Bharata dan menggambarkan pecahnya perang saudara diantara bangsa Arya sendiri. Ditinjau dari arti Itihasa (berasal dari kata "Iti", "ha" dan "asa" artinya adalah "sesungguhnya kejadian itu begitulah nyatanya") maka Mahabharata itu gambaran sejarah, yang memuat mengenai kehidupan keagamaan, sosial dan politik menurut ajaran Hindu. Kitab Mahabharata meliputi 18 Parwa, yaitu Adiparwa, Sabhaparwa, Wanaparwa, Wirataparwa, Udyogaparwa, Bhismaparwa, Dronaparwa, Karnaparwa, Salyaparwa, Sauptikaparwa, Santiparwa, Anusasanaparwa, Aswamedhikaparwa, Asramawasikaparwa, Mausalaparwa, Mahaprastanikaparwa, dan Swargarohanaparwa.

Diantara parwa-parwa tersebut, terutama di dalam Bhismaparwa terdapatlah kitab Bhagavad Gita, yang amat masyur isinya adalah wejangan Sri Krsna kepada Arjuna tentang ajaran filsafat yang amat tinggi.

(2). Purana
Merupakan kumpulan cerita-cerita kuno yang menyangkut penciptaan dunia dan silsilah para raja yang memerintah di dunia, juga mengenai silsilah dewa-dewa dan bhatara, cerita mengenai silsilah keturunaan dan perkembangan dinasti Suryawangsa dan Candrawangsa serta memuat ceitra-ceritra yang menggambarkan pembuktian-pembuktian hukum yang pernah di jalankan. Selain itu Kitab Purana juga memuat pokok-pokok pemikiran yang menguraikan tentang ceritra kejadian alam semesta, doa-doa dan mantra untuk sembahyang, cara melakukan puasa, tatacara upacara keagamaan dan petunjuk-petunjuk mengenai cara bertirtayatra atau berziarah ke tempat-tempat suci. Dan yang terpenting dari kitab-kitab Purana adalah memuat pokok-pokok ajaran mengenai Theisme (Ketuhanan) yang dianut menurut berbagai madzab Hindu. Adapun kitab-kitab Purana itu terdiri dari 18 buah, yaitu Purana, Bhawisya Purana, Wamana Purana, Brahma Purana, Wisnu Purana, Narada Purana, Bhagawata Purana, Garuda Purana, Padma Purana, Waraha Purana, Matsya Purana, Kurma Purana, Lingga Purana, Siwa Purana, Skanda Purana dan Agni Purana.

(3) Arthasastra
Adalah jenis ilmu pemerintahan negara. Isinya merupakan pokok-pokok pemikiran ilmu politik. Sebagai cabang ilmu, jenis ilmu ini disebut Nitisastra atau Rajadharma atau pula Dandaniti. Ada beberapa buku yang dikodifikasikan ke dalam jenis ini adalah kitab Usana, Nitisara, Sukraniti dan Arthasastra. Ada beberapa Acarya terkenal di bidang Nitisastra adalah Bhagawan Brhaspati, Bhagawan Usana, Bhagawan Parasara dan Rsi Canakya.

(4) Ayur Weda
Adalah kitab yang menyangkut bidang kesehatan jasmani dan rohani dengan berbagai sistem sifatnya. Ayur Weda adalah filsafat kehidupan, baik etis maupun medis. Oleh karena demikian, maka luas lingkup ajaran yang dikodifikasikan di dalam Ayur Weda meliputi bidang yang amat luas dan merupakan hal-hal yang hidup. Menurut isinya, Ayur Weda meliptui delapan bidang ilmu, yaitu ilmu bedah, ilmu penyakit, ilmu obat-obatan, ilmu psikotherapy, ilmu pendiudikan anak-anak (ilmu jiwa anak), ilmu toksikologi, ilmu mujizat dan ilmu jiwa remaja. Disamping Ayur Weda, ada pula kitab Caraka Samhita yang ditulis oleh Maharsi Punarwasu.

Kitab inipun memuat delapan bidan ajaran (ilmu), yakni Ilmu pengobatan, Ilmu mengenai berbagai jens penyakit yang umum, ilmu pathologi, ilmu anatomi dan embriologi, ilmu diagnosis dan pragnosis, pokok-pokok ilmu therapy, Kalpasthana dan Siddhistana. Kitab yang sejenis pula dengan Ayurweda, adalah kitab Yogasara dan Yogasastra. Kitab ini ditulis oleh Bhagawan Nagaryuna. isinya memuat pokok-pokok ilmu yoga yang dirangkaikan dengan sistem anatomi yang penting artinya dalam pembinaan kesehatan jasmani dan rohani.

(5) Gandharwaweda
Adalah kitab yang membahas berbagai aspek cabang ilmu seni. Ada beberapa buku penting yang termasuk Gandharwaweda ini adalah Natyasastra (yang meliputi Natyawedagama dan Dewadasasahasri), Rasarnawa, Rasaratnasamuscaya dan lain-lain.

Dari uraian di atas, maka jelaslah bahwa kelompok Weda Smerti meliptui banyak buku dan kodifikasinya menurut jenis bidang-bidang tertentu. Ditambah lagi kitab-kitab agama misalnya Saiwa Agama, Vaisnawa Agama dan Sakta Agama dan kitab-kitab Darsana yaitu Nyaya, Waisesika, Samkhya, Yoga, Mimamsa dan Wedanta. Kedua terakhir ini termasuk golongan filsafat yang mengakui otoritas kitab Weda dan mendasarkan ajarannya pada Upanisad. Dengan uraian ini kiranya dapat diperkirakan betapa luasnya Weda itu, mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Di dalam ajaran Weda, yang perlu adalah disiplin ilmu, karena tiap ilmu akan menunjuk pada satu aspek dengan sumber-sumber yang pasti pula. Hal inilah yang perlu diperhatikan dan dihayati untuk dapat mengenal isi Weda secara sempurna.
http://cafepojok.com/forum/showthread.php?t=8390
Picture
sumber: http://stahdnj.ac.id/?p=306

Muhammad SAW. Nabi Hindu ataukah Avatara??

Jika anda melakukan "search" di google dengan mengetikkan kata "muhammad dalam weda" maka anda akan menemukan beberapa tulisan yang menyatakan bahwa Muhammad SAW adalah Kalky awatara ataupun Nabi-nya orang Hindu. Saya pun meninggalkan beberapa komentar disana atas nama Divka HD.

Teori Kalky dalam WEDA
Kalky awatara adalah sebuah "Penjelmaan" / Inkarnasi / menjadikan diriNya (krida) Tuhan kedalam wujud tertentu demi menegakkan Kebenaran (dharma) yang telah dijajah oleh ke-tidak benaran (adharma), untk menylamatkan umat manusia, yang dipercaya oleh umat Hindu yang akan muncul suatu Hari Nanti.
Hindu menyakini ada 10 awatara, 9 awatara telah terjadi di masa lampau, dan satu lagi akan datang. (perhitungan  tahunnya dibahas dlm weda).

Berita dibawah ini saya kutip dari dari sekian banyaknya situs/blog yg mempublikasikan berita sebuah penelitian seorang Dr. Zakir Naik, yg menemukan kaitan antara "Kalky Awatara" (didalam weda), dengan sosok nabi Muhammad SAW. (Nabi Islam).

"Nabi Muhammad adalah nabi umat Hindu?" 
(sebenarnay itu sebuah pertanyaan,bukan pernyataan, tetapi akibat banyaknya "copas" maka berubahlah kutipan-kutipan itu menjadi "pernyataan").
Kalimat itu pasti mengejutkan bagi kebanyakan umat Islam maupun umat Hindu, bahkan mungkin bagi umat di luar kedua agama itu. Betapa tidak, konsep dari dua agama itu sangat jauh berbeda. Mungkinkah nabi Muhammad adalah nabi dari kedua agama itu?

Jika dikatakan bahwa nabi Muhammad adalah juga nabi dari umat Yahudi & umat Kristen, mungkin banyak dari kalangan umat Islam akan setuju, mengingat dalam Al-Qur’an memang terdapat ayat2x yg menyatakan kalau kedatangan nabi Muhammad sebenarnya sudah diberitakan dalam kitab2x suci pendahulunya, seperti Taurat & Injil. Lima kitab awal dari kitab Perjanjian Lama Kristen adalah apa yg oleh umat Yahudi diakui sebagai Torah/Taurat/Pentatouch, yaitu kitab2x Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Sedangkan 4 kitab awal dari kitab Perjanjian Baru Kristen diakui oleh umat Kristen sebagai kitab Injil, yaitu kitab2x Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

Sekalipun umat Islam menyatakan bahwa Taurat & Injil yg diturunkan pada nabi Musa & nabi Isa adalah bukan yg diakui oleh umat Yahudi & Kristen sekarang, atau setidaknya sudah berubah/diubah dari aslinya, banyak para pakar ilmu Kristologi yg menyatakan kalau dalam Taurat & Injil yg diakui umat Yahudi & Kristen sekarang inipun masih terdapat sisa2x ramalan kedatangan nabi Muhammad (sebenarnya sangat menarik untuk menampilkan argumentasi pembuktiannya, tapi hal itu bukan topik utama dari tulisan ini).

Jika umat Islam mempercayai ramalan kedatangan nabi Muhammad dalam kitab Taurat & Injil, bagaimana dg kitab suci umat Hindu? Mungkinkah nabi Muhammad adalah seorang nabi yang kedatangannya sudah diramalkan oleh kitab suci umat Hindu? itulah yang akan kita bahas di sini.

Sebenarnya dalam Al-Qur’an terdapat ayat2x yang dapat dijadikan acuan bahwa nabi Muhammad mungkin saja adalah juga seorang nabi umat Hindu yang ramalan kedatangannya terdapat dalam kitab2x suci umat Hindu. Diantaranya :

Dalam surat Asy-Syu’ara(26) ayat 196 : “Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu”. Jadi dalam kitab2x sebelum Al-Qur’an juga terdapat wahyu Tuhan

Dalam surat Fatir(35) ayat 24 dinyatakan bahwa tidak ada suatu kaum di masa lalu tanpa seorang pemberi peringatan

Dalam surat Al-Ahzab(33) ayat 40 dinyatakan bahwa Muhammad adalah utusan Tuhan dan merupakan penutup para nabi (utusan terakhir)

Dalam surat Al-Anbiya(21) ayat 107 dinyatakan bahwa nabi Muhammad tidak diutus melainkan untuk seluruh semesta alam.

Dalam surat Saba’ (34) ayat 28 dinyatakan bahwa Tuhan mengutus Muhammad untuk seluruh umat manusia, pemberi kabar gembira, dan peringatan akan dosa, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Juga dalam hadits Bukhari vol 1. dalam kitab Shalat bab 56 hadits no 429, nabi Muhammad bersabda :

Semua rasul yg diutus sebelumku hanya berlaku untuk umat/bangsanya saja, tapi aku diutus untuk semua umat manusia”.

Sekarang akan kita lihat dalam kitab suci agama Hindu. Ada banyak kitab dalam agama Hindu yg diakui sebagai kitab suci mereka. Dari semuanya yang dianggap paling suci adalah kitab Veda (Weda). Bila diantara kitab2x itu ada yg bertentangan, maka yg harus menjadi rujukan utama adalah Weda yg juga masih terbagi lagi menjadi beberapa kitab. Kitab2x lain selain Weda adalah : Upanishad, Smriti, Dharma Sastra, Bhagavat Gita, Puranas, dll.

Ayat2x ramalan kedatangan nabi Muhammad
Disebutkan dalam Bhavisa Purana –> dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27 :

“Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah orang yg berada di lingkungan itu, yg kepalanya tidak dikucir, mereka akan memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi, mereka tidak akan disucikan dg tanaman semak2x/umbi-umbian tapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”
Kalau anda baca tulisan diatas dg baik, maka anda akan melihat bahwa ciri2x dari pengikut agama kebenaran yg disebutkan adalah ciri2x yg umum terdapat pada umat Islam.

Dalam Atharvaveda book 20 Hymn 127 Shlokas 1-14 disebutkan tentang Kuntupsuktas yg mengisyaratkan bahwa nabi Muhammad akan terungkap kemudian.

Mantra 1 mengatakan : ia akan disebut Narasangsa. “Nars” artinya orang, “sangsa” artinya “yg terpuji”.Jadi Narasangsa artinya : orang yg terpuji. Kata “Muhammad” dalam bahasa arab juga berarti : orang yg terpuji. Jadi Narasangsa dalam bahasa Sansekerta adalah identik dg Muhammad dalam bahasa arab. Jadi Narasangsa adalah figur yg sama dg nabi Muhammad. Ia akan disebut “Kaurama” yg bisa berarti : pangeran kedamaian, dan bisa berarti : orang yg pindah (hijrah). Nabi Muhammad adalah seorang pangeran kedamaian yg hijrah dari Makkah ke Madinah. Ia akan dilindungi dari musuh yg akan dikalahkannya yg berjumlah 60.090 orang. Jumlah itu adalah sebanyak penduduk Makkah pada masa Muhammad hidup yaitu sekitar 60.000 orang.

Mantra 2 mengatakan : ia adalah resi yg naik unta. Ini berarti ia bukan seorang bangsawan India, karena dikatakan dalam Mansuriti(11) : 202 mengatakan bahwa Brahma tidak boleh menaiki unta atau keledai. Jadi tokoh ini jelas bukan dari golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu), tapi seorang asing.

Mantra 3 mengatakan : ia adalah “Mama Rishi” atau resi agung. Ini cocok dg nabi agung umat Islam yaitu nabi Muhammad SAW.

Mantra 4 mengatakan : ia adalah Washwereda (Rebb) artinya orang yg terpuji. Nabi Muhammad yg juga dipanggil dg nama Ahmad adalah berarti juga “orang yg terpuji” yg terjemahan bahasa Sansekerta-nya adalah Rebb.

Beberapa ramalan lainnya :
Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 6 dinyatakan bahwa di sana disebutkan dg istilah : “akkaru”yg artinya : “yg mendapat pujian”. Dia akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada perang Ahzab yg mana Nabi Muhammad mengalahkan musuh yg berjumlah 10.000 orang tanpa pertumpahan darah.

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 7 dinyatakan bahwa Abandu akan mengalahkan 20 penguasa. Abandu juga berarti seorang yatim atau seorang yg mendapat pujian. Ini mengarah pada nabi Muhammad yg seorang yatim sejak lahir dan arti kata Muhammad/Ahmad yg berarti yg terpuji, yg akan mengalahkan kepala-suku2x dari suku2x di sekitar Makkah yg berjumlah sekitar 20 suku.

Dalam Rigveda book 1 Hymn 53 : 9 nabi dipanggil dg sebutan “Suslama” yg artinya lagi2x adalah :orang yg terpuji yg merupakan arti dari nama Muhammad.

Dalam Samaveda Agni Mantra 64 dinyatakan bahwa ia tidak disusui oleh ibunya. Hal ini persis dg nabi Muhammad yg tidak disusui oleh ibunya tapi oleh seorang wanita bernama Halimah.

Dalam Samaveda Uttararchika Mantra 1500 dinyatakan bahwa Ahmad akan dianugrahi undang2x abadi, yg jelas mengacu pada nabi Muhammad yg akan dianugrahi kitab suci Al-Qur’an. Tapi karena orang India yg berbahasa sansekerta tidak paham kata Ahmad, maka diterjemahkan menjadi “a” dan “mahdi” yaitu “saya sendiri”, jadi diartikan “saya sendiri yg menerima undang2x abadi”. Padahal seharusnya “Muhammad sendiri yg dianugrahi undang2x abadi”.

Nabi Muhammad diramalkan dengan nama Ahmad pada banyak bagian dalam kitab2x Weda. Juga diramalkan pada tak kurang dari 16 tempat yg berbeda dalam kitab weda dg nama Narasangsa artinya adalah sama dg arti dari nama Muhammad, yaitu “yang terpuji”.

Kalky Autar
Salah satu ramalan kedatangan nabi Muhammad yg sangat terkenal yang juga telah membuat seorang professor bahasa dari ALAHABAD University India mengajak kepada umat Hindu untuk segera memeluk agama Islam, adalah terdapatnya sebuah ramalan penting dalam kitab suci Hindu tentang kedatangan yg ditunggu-tunggu dari seorang Kalky Avtar (baca : autar)“av” artinya : turun“tr”artinya melewati. Jadi arti kata Avtar adalah “diturunkan atau diutus untuk turun”Kalky Avtar artinya adalah : “utusan terakhir”.

Pundit Vaid Parkash - sang professor (yg menulis buku berjudul “Kalky Avtar”), secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW, karena menurutnya, sebenarnya nabi Muhammad adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual dalam agama Hindu.

Disebutkan dalam Nashpropesy, nabi Muhammad diramalkan dg nama Kalky Avtar (Autar terakhir) dan Amtim Rishi. Sedangkan dalam kitab Puranas disebutkan tentang Kalky Autar dan kedatangannya. Diantara ayat2x yg menyebutkan adalah :

Dalam Baghavata Purana Khand 12 Adhyay 2 Shloka 18-20 disebutkan dalam rumah Visnuyashakan dilahirkan Kalky Avtar yg diramalkan akan menjadi penguasa dunia, yg terkenal dg sifat2xnya yg baik & menonjol. Dia akan diberi tanda2x. Dia akan diberi oleh malaikat sebuah kendaraan yg cepat. Dia akan menaiki kuda putih sambil memegang pedang. Dia akan mengalahkan orang2x jahat dan dia akan terkenal di dunia.

Dalam Baghavata Purana Khand 1 Adhyay 3 Shloka 25 disebutkan akan ada juru selamat di rumah Visnuyash

Dalam Kalki Purana (2) : 4 disebutkan bahwa di rumah Visnuyash pemimpin kampung Sambala akan lahir Kalki Avtar

Dalam Kalki Purana (2) : 5 disebutkan bahwa dia akan datang bersama para sahabatnya (4 orang sahabat) mengalahkan orang2x jahat

Dalam Kalki Purana (2) : 7 disebutkan bahwa dia akan dijaga oleh malaikat di medan perang

Dalam Kalki Purana (2) : 11 disebutkan bahwa dalam rumah Visnuyash dan dalam rumah SummatiKalki Autar akan lahir

Dalam Kalki Purana (2) : 15 disebutkan bahwa dia akan lahir pada tanggal 12 bulan pertama Madhop

Semua ramalan yg disebut diatas tadi tiada lain merujuk pada nabi Muhammad SAW. Penjelasannya demikian :

Dirumah Visnuyash berarti dirumah pengikut Vishnu (pengikut Tuhan) sedangkan ayah dari nabi Muhammad adalah bernama Abdullah yg artinya adalah pengikut Allah (pengikut Tuhan). Orang Islam menyebut “Allah” sbg Tuhan, sedang orang Hindu menyebut “Vishnu” sbg Tuhan. Jadi di rumah Visnuyash adalah di rumah Abdullah.

Summati dalam bahasa sansekerta artinya adalah orang yg sangat setia. Sedangkan ibunda nabi Muhammad adalah bernama Aminah yg dalam bahasa arab artinya juga orang yg setia.

Sambala bahasa arabnya adalah tempat yg aman & damai. Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah yg terkenal dg nama “Darul Aman” yaitu tempat yg aman & damai. Akan lahir diantara kepala suku Sambala, artinya bahwa nabi akan lahir diantara kepala suku di Makkah.

Dilahirkan pada tanggal 12 di bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 rabiul awal

Sbg Amtim Rishi (resi terakhir). Nabi Muhammad adalah juga nabi terakhir dari deretan nabi2x yg dikirim Tuhan spt yg terdapat pada QS. Al- Ahzab : 40.

Dia akan memperoleh bimbingan di atas gunung dan akan kembali lagi ke arah utara. Nabi Muhammad memperoleh wahyu pertamanya di gua Hira di Jabal Nur. Jabal Nur artinya Gunung Cahaya lalu kembali lagi ke Makkah.

Dia akan memiliki sifat2x yg sangat mulia. Persis seperti nabi Muhammad spt terdapat pada QS. Al-Qalam : 14 “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur”.

Kalki Autar akan diberi 8 kemampuan spiritual, yaitu : bijaksana, punya kendali diri, keturunan yg terhormat, punya pengetahuan wahyu, pemberani, perkataannya bertarget kurikulum, sangat dermawan, dan sangat ramah. Semuanya adalah sifat2x yg dimiliki oleh nabi Muhammad

Dia akan diberi kendaraan yg sangat cepat oleh Shiva. Nabi Muhammad juga diberi bouraq yg sangat cepat oleh Allah yg membawanya ke langit dalam peristiwa Mi’raj.

Dia akan naik kuda putih dg tangan kanannya memegang pedang. Nabi Muhammad juga ambil bagian dalam peperangan termasuk dg menunggang kuda dan bertempur dg memegang pedang dg tangan kanannya.

Dia akan menjadi penyelamat umat manusia. Dalam QS. Faatir(35) ayat 24 dan QS. Saba(34) ayat 28disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah pembawa berita gembira & peringatan bagi seluruh umat manusia, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Dia akan menjadi pembimbing ke jalan yg benar. Nabi Muhammad hidup pada jaman jahiliyah yg penuh kegelapan dimana ia membawa umatnya ke jalan yg terang benderang.

Dia akan dibantu oleh 4 sahabat dalam menyebarkan misi. Kita tau ada 4 orang khalifah sahabat nabi yaitu : Sayyidina Abubakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.


Dia akan ditolong oleh malaikat di medan pertempuran. Dalam perang Badr nabi Muhammad dibantu oleh para malaikat Allah spt tersebut dalam QS. Ali Imran (3) ayat 123 & 125 : “Jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka menyerang kamu dengan seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan 5000 malaikat yg memakai tanda”. Juga QS. Al-Anfal( ayat 9 yang berbunyi “…. sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yg datang berturut-turut.”

Subhanallah..
Ternyata sekian banyak ayat tersebut (yg sebenarnya belum semuanya ditampilkan) yg meramalkan akan datangnya seorang nabi yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu, begitu cocok dengan gambaran nabi Muhammad, umat Islam, dan sejarahnya. Mungkin saja ini juga merupakan pembuktian yg diberikan Allah bahwa nabi Muhammad memang diutus Allah untuk seluruh umat manusia.

Hal ini juga dapat membuka diskusi yg menarik tentang agama Hindu, kitab suci umat Hindu, dan syariat-nya. Benarkah agama Hindu memang merupakan agama yg diturunkan oleh Allah jauh sebelum nabi Muhammad lahir? Kalau ya, apakah berarti umat Hindu bisa disebut “muslim”, atau juga bisa disebut “ahlul kitab”? Bagaimana sesungguhnya ajaran agama Hindu itu, dan sesuaikah dg ajaran Islam? Bagaimana pendapat anda sendiri?
-rkh-
source:http://rkhblog.wordpress.com/2007/08/28/muhammad-adalah-nabi-umat-hindu/

demikian Kutipan blog itu saya ambil, dari blog rekan muslim.
lalu..


Tanggapan saya/Pengkajian Umat HinduSeperti yang telah disinggung sebelumnya, Awatara  dalam Hindu dipercaya sebagai inkarnasi/titisan Brahman/Tuhan, dalam hal ini sebagai Wisnu (Vishnu) atau pemelihara semesta. Didalam kitab-kitab suci, disebutkan bahwa sampai dunia pralina, Tuhan akan menjelma sebanyak sepuluh kali untuk menjaga kelangsungan semesta. Dua di antaranya adalah Sri Rama dan Sri Krsna (cat: Buddha Gautama juga dipercaya sebagai Awatara menurut tradisi Budha.)

Sebagai muslim tetntunya Hal ini akan diterima begitu saja pernyataan seperti ini. Apa lagi bagi mereka yang selalu menganggap non-muslim adalah kafir. (maaf mungkin tidak semua muslim) Namun jika anda muslim yang mau sedikit terbuka (mau sedikit membuang ke-egoan) dengan mengetahui bagaimana itu awatara,  sebenarnya dengan mudah kita dapat menemukan banyak sekali kelemahan dari hasil penemuan tersebut (yang notabene hanya didasarkan pada interpretasi dan pengalihbahasaan nama semata, yang belum tentu akurat pula). beberapa kelemahan diantaranya:

Dalam Islam, Allah TIDAK Melakukan Inkarnasi.

Konsep Awatara dalam Hindu jelas-jelas menyebutkan bahwa Awatara merupakan perwujudan/inkarnasi Tuhan di muka bumi. Padahal Quran mengatakan bahwa Tuhan (Allah SWT) TIDAK pernah dan tidak akan mewujudkan diri dalam bentuk duniawi. Jadi konsep Awatara jelas tidak diakomodasi oleh Quran. Satu argumen ini saja sudah dapat meng-klaim dan mem-vonis kesalahan penemuan tersebut.

Muhammad adalah UTUSAN Allah, BUKAN Allah.
Bahwa Awatara adalah Tuhan sendiri yang turun tidak saja tertulis dalam nubuat-nubuat Kitab Suci, melainkan juga DINYATAKAN sendiri oleh Awatara tersebut. Mari kita ambil kutipan dari Bhagavadgita 12: 8 berikut ini:

Sri Krsna berkata kepada Arjuna:
"Kepada-Ku sajalah pusatkan pikiranmu dan biarkanlah pemahamanmu berada di dalam-Ku. Hanya di dalam-Ku sajalah nantinya kamu akan hidup. Tentang hal ini tak perlu diragukan lagi"

Di sini Sri Krsna jelas-jelas memposisikan diriNya sebagai TUHAN, karena hanya Tuhan-lah yang dapat mengucapkan (dan mempertanggungjawabkan) ucapan seperti itu. Dalam Bhgavad-Gita juga digambarkan bagaimana Sri Krsna menampakkan wujud ILAHI (bukan wujud duniawiNya) pada Arjuna, di mana Arjuna melihat bahwa dunia dan seluruh alam semesta berada DALAM diriNya.

Sedangkan Muhammad tidak pernah satu kalipun menyatakan dirinya sebagai Tuhan (aku adalah ALLAH), melainkan sebagai utusan Tuhan.
Jika annda Muslim, mohon ingat kembali bunyi bagian kedua dari Syah'adat: "Aku percaya/bersaksi bahwa Muhammad adalah UTUSAN Allah. Muhammad juga tidak pernah tercatat memperlihatkan sesosok wujud ilahi pada pengikut-pengikutnya. Bahkan, Muhammad sangat ketat memegang peraturan mengenai pemujaan oknum lain selain Allah. Kemudian Umat muslimpun tak pernah menyamakan derajat Allah dengan Nabinya (muhammad SAW), lalu menyembahnya.

Awatara Selalu mengajarkan Hindu, sedang Muhammad mengajarkan Islam. Koq ga Sejalan kalo memang Muhammad = awatara??

Panca Crada (5 dasar meyakini Hindu)
Seperti yang kita semua ketahui, dasar iman utama umat Hindu adalah Panca Sraddha, di mana salah satu di antaranya adalah REINKARNASI. Ajaran mengenai kelima dasar iman Hindu ini secara KONSISTEN selalu disampaikan oleh seluruh Awatara. Akan tetapi, kita tidak akan pernah menemukan ajaran mengenai reinkarnasi ini dalam Al Quran (kecuali satu ayat yang menyebutkan tentang kelahiran dan kematian berulang-ulang yang ditafsirkan berbeda oleh umat Islam secara umum).

Tentu saja ada kemungkinan bahwa Quran pun sebenarnya menyinggung-nyinggung tentang reinkarnasi, akan tetapi Quran juga memuat konsep lain yang lebih populer dan lebih diimani oleh umat Muslim pada umumnya yaitu konsep surga-neraka yang kekal abadi dan pengadilan akbar pada hari kiamat.

Dalam Hindu mengenal Konsep MOKSA yakni menyatunya arwah (atman) dengan Brahman (tuhan YME) yang merupakan tujuan akhir daripada keyakinan Hindu. Bukan berada "disisi-Nya", atau sorga abadi, sesuai dg ajaran Islam. Dan moksa tdk dikenal dalam Islam. Dan kehidupan serta karma di dunia ini adalah jalan dan pengalaman spiritualitas untuk mencapai Jiwa yg lebih halus/sempurna sehingga mampu mencapai Tuhan (sbg roh yg Paling sempurna). dan bukan menunggu di alam kubur, menunggu pengadilan. Artinya Roh menurut islam mati suri? lalu kemudian dibangkitkan kembali ketika kiamat??

maaf doktrin ini sangat lemah menurut saya sbg seorg Hindu.

lalu apa mungkin Kalki Awatara tiba-tiba mengajarkan ajaran yang bertentangan dari ajaran Awatara-Awatara terdahulu (yang notabene adalah diriNya sendiri juga?) seperti yang tertuang dalam WEDA.


Kesimpulan
Sudah pasti penelitian ini SALAH dan Hanya sekedar Memprofokasi saja, sehingga umat Hindu yang msih dangkal pengetahuan Hindu-nya diharapkan akan masuk Islam.Sungguh ini adalah sebuah klaim yang membuktikan ketidak PD-an umat muslim (muslim yg sependapat dg artikel tsb.), sehingga Muhammad SAW. butuh diakui di kitab-kitab umat lain.

Awatara selalu mengajarkan Hindu dan bersifat bijaksana serta universal dan tidak pernah mengajarkan 2 agama yang berbeda atau lebih, serta td pernah menganggap bahwa selain Hindu adalah sesat/salah. Ataupun mengklaim Bahwa Hindulah yang Paling Sempurna. Dan membenarkan semua cara untk memujaKU (dalam artian jalan yg positif) Ini sungguh bijaksana. alias tidak EGOIS.

Sesungguhnya jika kita yakin kepadaNya, Tunduk padanya, maka disanalah kita dapat menemukan kasih sayangNya serta perlindungan Darinya.
Dan Umat Hindu tak perlu pindah ke Islam.

Divka HD

Mohon tiinggalkan komentar 

dan di situs ini tidak ada yg di sensor, apapun pendapat anda, tak seperti di blog dimana tulisan ini sy kutip, yg hanya dimonopoli. bahkan hanya pendapat org-org Hindu yg lemah yg di publikasikan.